| Teori Inti |
Parten's Social Participation Theory (Parten, 1932); Cognitive Development & Symbolic Play (Piaget, 1962); Guided Play (Weisberg et al., 2013, 2016). |
Cognitive Development Theory (Piaget, 1952); Sociocultural Theory & Zone of Proximal Development (Vygotsky, 1978). |
Constructivism (Piaget, 1952); Sociocultural Learning (Vygotsky, 1978); pembelajaran melalui pengalaman konkret dan interaksi sosial. |
Early Metacognition & Reflective Dialogue (Robson, 2010, 2016); Sociocultural Theory (Vygotsky, 1978). |
| Tujuan Utama |
Membangun rasa aman, motivasi intrinsik, perhatian, kesiapan emosional, dan keterlibatan anak melalui pengalaman bermain yang menyenangkan serta kaya stimulasi bahasa Inggris. |
Membantu anak membangun pemahaman konsep, kosakata, dan ungkapan bahasa Inggris awal melalui eksplorasi konkret, interaksi sosial, dialog, serta scaffolding. |
Memberikan kesempatan kepada anak menggunakan bahasa Inggris secara fungsional, menerapkan pengetahuan, bekerja sama, serta memecahkan masalah sederhana dalam konteks autentik. |
Membantu anak merefleksikan pengalaman belajar, mengomunikasikan pemikiran dan emosi, mengevaluasi proses pembelajaran Bahasa Inggris, serta mengembangkan regulasi diri awal. |
| Aktivitas Guru |
- Menyiapkan lingkungan bermain yang aman, menarik, dan kaya bahasa.
- Menggunakan pretend play, lagu, gerak, boneka, cerita, dan permainan objek.
- Memberikan pilihan aktivitas sesuai minat anak.
- Memantik rasa ingin tahu melalui gambar, benda konkret, dan situasi bermain.
- Menggunakan instruksi bahasa Inggris sederhana secara berulang.
|
- Menyajikan kosakata melalui big book, cerita, lagu, gambar, dan benda nyata.
- Memodelkan pengucapan serta ungkapan sederhana.
- Memberikan scaffolding sesuai ZPD.
- Mengajukan pertanyaan terbuka what, who, where, why, dan how.
- Memfasilitasi dialog dan eksplorasi bersama teman.
|
- Merancang role play, permainan situasional, proyek sederhana, dan tugas autentik.
- Memberikan masalah dengan beberapa alternatif solusi.
- Mengorganisasi anak dalam pasangan atau kelompok kecil.
- Memberikan peran dan tujuan bersama.
- Mendorong penggunaan bahasa Inggris selama interaksi bermain.
|
- Mengajukan pertanyaan reflektif.
- Meminta anak menceritakan pengalaman bermain-belajar Bahasa Inggris.
- Menggunakan kartu emosi, gambar, show and tell, dan dokumentasi.
- Memberikan umpan balik positif dan spesifik.
- Mendokumentasikan perkembangan Bahasa Inggris, CT, dan SEL anak.
|
| Aktivitas Anak |
- Bermain dan mengeksplorasi benda maupun situasi.
- Menggunakan permainan simbolik dan imajinatif.
- Mengamati serta meniru bahasa Inggris guru.
- Memilih permainan dan media.
- Berinteraksi dengan teman dalam parallel hingga associative play.
|
- Mengamati, mendengar, meniru, dan mencoba kosakata bahasa Inggris.
- Menyebutkan nama benda, warna, hewan, atau tindakan sederhana.
- Mengelompokkan dan membandingkan objek.
- Bertanya serta menjawab pertanyaan sederhana.
- Belajar melalui dialog bersama guru dan teman.
|
- Menggunakan bahasa Inggris dalam role play dan permainan komunikatif.
- Meminta, memberi, menawarkan, dan merespons menggunakan ungkapan sederhana.
- Bermain peran serta menyelesaikan tugas kelompok.
- Memilih alternatif tindakan.
- Memberikan alasan sederhana terhadap pilihannya.
|
- Menceritakan pengalaman menggunakan kata atau ungkapan sederhana dalam bahasa Inggris.
- Menjelaskan pilihan dan alasan.
- Mengidentifikasi kegiatan yang mudah maupun sulit.
- Mengungkapkan perasaan selama belajar.
- Memberikan apresiasi terhadap teman dan kelompok.
|
| Bahasa Inggris Awal |
Language Exposure & Familiarization. Anak memperoleh paparan bahasa melalui lagu, cerita, gerak, permainan, dan ungkapan rutin kelas. Listen → Observe → Imitate Contoh: Hello, Sit down, Stand up, Red, Blue, Apple, Cat. |
Language Modeling & Meaning Making. Anak memahami makna kosakata melalui benda konkret, visual, dialog, dan pemodelan guru. Listen → Name → Understand → Respond Contoh: What is this? It is an apple. What color? It is red. |
Functional Language Use & Communication. Anak menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam permainan dan kerja kelompok. Use → Interact → Communicate Contoh: Can I have an apple? Here you are. Thank you. |
Language Recall & Reflective Expression. Anak mengingat, mengungkapkan, dan merefleksikan pengalaman menggunakan ungkapan sederhana. Recall → Express → Explain Contoh: I like apples. I feel happy. I played with my friend. |
| Critical Thinking (CT) |
Observe – Identify – Compare- Mengamati objek, gambar, atau situasi bermain.
- Mengenali persamaan dan perbedaan.
- Mengidentifikasi karakteristik benda.
- Membuat pilihan sederhana berdasarkan hasil pengamatan.
Contoh pertanyaan guru: “Which one is bigger?” “What is different?” |
Question – Classify – Connect – Predict- Mengajukan pertanyaan sederhana.
- Mengelompokkan objek berdasarkan ciri.
- Menghubungkan pengalaman dengan informasi baru.
- Memprediksi kejadian berikutnya.
Contoh pertanyaan guru: “What will happen next?” “Why does it belong here?” |
Choose – Reason – Problem Solve- Memilih strategi atau alternatif.
- Memberikan alasan sederhana.
- Mencoba beberapa solusi.
- Memecahkan masalah konkret bersama teman.
Contoh pertanyaan guru: “Which one should we use?” “How can we solve this?” |
Explain – Evaluate – Suggest- Menjelaskan alasan terhadap pilihan.
- Mengevaluasi hasil kegiatan.
- Membandingkan hasil dengan prediksi.
- Mengusulkan alternatif untuk kegiatan berikutnya.
Contoh pertanyaan guru: “Did it work?” “What can we do differently?” |
| SEL dan Kolaborasi |
Emotional Awareness & Social Engagement. Mengenali emosi diri, merasa aman, mengikuti aturan bermain, menunggu giliran, berbagi alat, dan membangun keterlibatan sosial awal. |
Social Awareness & Self-Regulation. Mendengarkan teman, memahami perspektif sederhana, meminta dan memberikan bantuan, mengendalikan respons, serta berkomunikasi secara positif. |
Collaboration & Responsible Action. Berbagi peran, bekerja sama, bernegosiasi, menunjukkan empati, menyelesaikan konflik sederhana, dan mengambil keputusan bersama dalam kelompok. |
Social Reflection & Emotional Regulation. Mengenali perasaan setelah kegiatan, menghargai kontribusi teman, merefleksikan proses kerja sama, serta merencanakan perilaku yang lebih baik. |
| Bentuk Interaksi |
Anak–objek; anak–guru; anak–anak; parallel play hingga associative play. |
Guru–anak; anak–guru; anak–anak melalui scaffolded interaction dan dialog. |
Anak–anak dalam pasangan dan kelompok kecil; cooperative play menjadi bentuk interaksi dominan. |
Guru–anak; anak–anak; kelompok kecil melalui percakapan reflektif dan berbagi pengalaman. |
| Media / Alat |
Loose parts, boneka, benda konkret, kartu gambar, flashcard, buku cerita, lagu, musik, dan alat permainan edukatif. |
Big book, picture card, benda nyata, storytelling props, audio, lagu, visual, serta media manipulatif. |
Peralatan role play, mini-project, puzzle, kartu masalah, objek nyata, permainan kelompok, dan story-based problem. |
Kartu emosi, kartu refleksi bergambar, karya anak, foto kegiatan, learning story, portofolio, dan dokumentasi. |
| Prinsip Reaksi Guru |
Mengikuti inisiatif anak, memberikan pilihan, menjaga rasa aman, menggunakan guided play, memperkaya paparan bahasa, serta memantik kemampuan observasi dan perbandingan melalui pertanyaan sederhana. |
Memberikan scaffolding dalam ZPD, memodelkan bahasa Inggris secara alami, mengembangkan dialog, mengajukan pertanyaan terbuka, dan mendorong anak berpikir sebelum menjawab. |
Memberikan ruang bagi agency, mendorong komunikasi bahasa Inggris fungsional, memfasilitasi kolaborasi, menunda pemberian jawaban, dan menjadikan kesalahan sebagai kesempatan berpikir. |
Mendengarkan tanpa menghakimi, memfasilitasi refleksi bahasa dan emosi, memberikan umpan balik positif-spesifik, serta mendorong anak menjelaskan alasan dan alternatif solusi. |
| Hasil yang Diharapkan |
Anak termotivasi, merasa aman, aktif bermain, memperoleh paparan bahasa Inggris awal, menunjukkan rasa ingin tahu, serta mampu mengamati dan membandingkan objek sederhana. |
Anak memahami kosakata dan ungkapan bahasa Inggris awal, mampu merespons komunikasi sederhana, menghubungkan konsep, bertanya, mengelompokkan, dan memprediksi melalui interaksi sosial. |
Anak menggunakan bahasa Inggris secara fungsional dalam konteks bermain, mampu bekerja sama, memberikan alasan sederhana, memilih strategi, dan memecahkan masalah sesuai tahap perkembangan. |
Anak mampu mengungkapkan pengalaman dan emosi, menjelaskan alasan, mengevaluasi hasil kegiatan, merefleksikan kerja sama, menunjukkan regulasi diri awal, serta mengusulkan perbaikan sederhana. |